<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Opini |</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/</link><atom:link href="https://bro.batam.app/catatan/opini/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><description>Opini</description><generator>BRO Putra</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><image><url>https://bro.batam.app/media/og-default.png</url><title>Opini</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/</link></image><item><title>Catatan meja IT era 2011</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/catatan-meja-it-era-2011/</link><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://bro.batam.app/catatan/opini/catatan-meja-it-era-2011/</guid><description>&lt;p&gt;Tiga tulisan di arsip blog lama saya isinya kejadian teknis era 2011. Semuanya sayang kalau hilang, jadi saya gabungkan di sini sebagai satu catatan meja IT. Bagian yang terputus di file asli saya tutup dengan kalimat baru — bukan kata dari 2011.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="antrean-printer-yang-sering-macet-12-april-2011" class="bro-md-h2"&gt;Antrean printer yang sering macet (12 April 2011)&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#antrean-printer-yang-sering-macet-12-april-2011" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Masalah termasuk paling berat yang saya alami waktu itu: antrean cetak di kantor sering macet. Setiap pagi saya harus turun ke bagian produksi hanya untuk menghentikan dan menyalakan ulang layanan printer — dan itu berlangsung sampai tiga bulan. Sangat membosankan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah mencari referensi dan bertanya kepada teman, saya menemukan cara untuk membersihkan antrean cetak yang macet dan menjalankan kembali layanan printer. Pekerjaan berulang itu kemudian saya buat otomatis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pelajaran yang bertahan sampai sekarang: masalah yang repetitif itu layak dibuat otomatis, supaya pagi tidak lagi dimulai dengan jalan kaki ke bagian produksi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="wordpress-keinjeksi-iklan-16-april-2011" class="bro-md-h2"&gt;WordPress keinjeksi iklan (16 April 2011)&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#wordpress-keinjeksi-iklan-16-april-2011" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Hampir semua website saya yang berbasis WordPress kena injeksi — gara-gara tidak up to date. Untung pelakunya &amp;ldquo;hanya&amp;rdquo; numpang promosi. Tapi tetap saja tidak lucu: situs pendidikan ditumpangi iklan viagra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalimat aslinya terputus di situ, jadi saya tutup dengan pelajaran yang jujur dari kejadian itu: &lt;strong&gt;update rutin itu harga murah&lt;/strong&gt; dibanding panik satu hari penuh. Dan salinan cadangan sebelum masalah terjadi itu melebihi keberuntungan — ia sebuah prosedur.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pencurian-pulsa-content-provider-7-oktober-2011" class="bro-md-h2"&gt;Pencurian pulsa content provider (7 Oktober 2011)&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#pencurian-pulsa-content-provider-7-oktober-2011" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Hari itu saya baru isi pulsa Rp10.000. Lima menit kemudian sudah ada dua SMS beruntun dari yang namanya content provider — menawarkan konten &amp;ldquo;lucu&amp;rdquo; yang sebenarnya tidak menarik sama sekali. Waktu cek, sisa pulsa tinggal Rp6.300.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai catatan konsumen, pelajarannya tetap relevan: waspadai layanan langganan yang terpasang lewat satu SMS, dan biasakan mengecek tagihan sebelum kesal makin membuncah. Di zaman itu banyak yang kena, dan mekanismenya diam-diam.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="penutup" class="bro-md-h2"&gt;Penutup&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#penutup" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Meja IT mengajarkan satu hal yang saya bawa sampai sekarang: admin yang baik menulis prosedur kecil. Supaya saat insiden yang sama datang lagi, tidak perlu googling ulang dari nol.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Dari t4webku sampai jualan online</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/dari-t4webku-sampai-jualan-online/</link><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://bro.batam.app/catatan/opini/dari-t4webku-sampai-jualan-online/</guid><description>&lt;p&gt;Beberapa tulisan di arsip blog lama saya tipis dan terpotong, tapi isinya terlalu sayang untuk dibuang. Catatan ini menggabungkan rentetan era 2011–2012 jadi satu cerita utuh. Bagian yang hilang di file asli saya tutup dengan kalimat baru — bukan kata dari 2011.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="yang-penting-punya-blog-12-januari-2011" class="bro-md-h2"&gt;Yang penting punya blog (12 Januari 2011)&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#yang-penting-punya-blog-12-januari-2011" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Blog pertama saya lahir 12 Januari 2011, sebagai catatan kecil yang sederhana. Waktu itu memang belum jelas mau menulis apa — tapi justru itu intinya: yang penting punya blog dulu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada juga domain yang sejak awal jadi tempat percobaan: &lt;strong&gt;t4webku.com&lt;/strong&gt;. Pernah kena suspend karena telat bayar provider. Dan sejak pertama dibeli, bentuknya entah sudah berapa kali berubah — pernah jadi situs hosting, pernah jejaring sosial, pernah toko online, pernah forum. Hampir semua jenis inti website dicoba di satu domain itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang saya menyebutnya sekolah yang tidak pakai ijazah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="toko-online-pertama" class="bro-md-h2"&gt;Toko online pertama&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#toko-online-pertama" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di antara bentuk-bentuk itu, yang paling berkesan &lt;strong&gt;aksesoris-unik.com&lt;/strong&gt; — toko grosir online berisi pernak-pernik, hiasan elektronik, dan souvenir. Modelnya katalog: pengunjung memilih barang dari monitor, transfer sesuai harga keranjang belanja, lalu barang dikirim ke rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penjualan perdananya tidak pernah saya lupakan: ada orang yang percaya penuh dan langsung mentransfer &lt;strong&gt;Rp400.000&lt;/strong&gt;. Perasaan itu — orang asing berani transfer duluan — yang membuat jualan online terasa nyata.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak berhenti di situ. Pernah juga eksperimen dropship: ambil barang dari Tokopedia, jual lagi di Lazada. Hasilnya tembus sekitar &lt;strong&gt;5–7 juta&lt;/strong&gt;. Dan pernah iseng tes belanja di eBay: gelang 1 dolar dari China. Awalnya tidak yakin — hilang pun tidak apa-apa. Tapi ternyata barangnya benar-benar datang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="warna-zaman-itu" class="bro-md-h2"&gt;Warna zaman itu&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#warna-zaman-itu" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Masa itu memang aneh serunya. Kotak obrolan yang saya pasang di toko aksesoris namanya Meebo — dan pada Juni 2012, Meebo diakuisisi Google senilai sekitar USD 100 juta. Di bulan yang berdekatan, Kaskus kaget se-Indonesia karena pindah dari kaskus.us ke kaskus.co.id dan kaskus.com setelah gangguan DNS Mei 2012. Dan awal 2012, Megaupload disita FBI — halaman depannya berubah jadi pamflet peringatan federal yang membuat banyak pengunduh menelan ludah malam itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berita-berita itu bukan inti cerita, tapi warna zaman yang ikut melatih kami membaca internet.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="usaha-jasa-web-2012" class="bro-md-h2"&gt;Usaha jasa web (2012)&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#usaha-jasa-web-2012" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Fase berikutnya naik kelas: pelanggan jasa pembuatan website. Serunya berhenti ketika akun hosting hampir jatuh tempo — kalau telat bayar, semua website pelanggan mati sekaligus. Di sinilah saya pertama kali berurusan kartu kredit untuk membayar server, supaya situs-situs orang lain tetap hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Catatan aslinya terpotong di bagian ini, jadi akhirnya saya tutup dengan kalimat baru: pelanggan pertama mengajarkan satu hal yang tidak bisa ditebak — &lt;strong&gt;menjaga situs orang lain tetap bisa diakses adalah tanggung jawab&lt;/strong&gt;, bukan sekadar keisengan teknis. Website pelanggan lebih serius daripada iseng-iseng pribadi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="rujukan-berita-yang-disebut" class="bro-md-h2"&gt;Rujukan berita yang disebut&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#rujukan-berita-yang-disebut" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://nasional.kompas.com/read/2012/06/06/09504496/google-akuisisi-meebo-rp-900-miliar" target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;Google Akuisisi Meebo — Kompas, 6 Juni 2012&lt;/a&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://bantuan.kaskus.co.id/hc/id/articles/214603738-Sejarah-KASKUS" target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;Sejarah KASKUS — bantuan.kaskus.co.id&lt;/a&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kaskus" target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;Kaskus — Wikipedia&lt;/a&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://en.wikipedia.org/wiki/Megaupload" target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;Megaupload — Wikipedia&lt;/a&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Iseng-iseng yang bikin dewasa</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/iseng-iseng-yang-bikin-dewasa/</link><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://bro.batam.app/catatan/opini/iseng-iseng-yang-bikin-dewasa/</guid><description>&lt;p&gt;Ada satu tulisan di arsip blog lama yang tidak saya republikasi. Materinya sudah tidak cocok untuk ruang publik hari ini. Tapi ada pelajaran di dalamnya yang sayang untuk dibuang — catatan ini mengambil bagian yang baiknya saja.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="internet-awal-2010-an-adalah-taman-bermain" class="bro-md-h2"&gt;Internet awal 2010-an adalah taman bermain&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#internet-awal-2010-an-adalah-taman-bermain" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Waktu itu banyak orang muda belajar batas lewat iseng. Coba-coba, nyeleneh, provokatif — di blog dan forum, gaya seperti itu masih dianggap wajar, bahkan kadang dianggap lucu. Rasanya internet adalah tempat latihan bebas, dan kita serasa jadi pengunjung paling berani di warnet se-Batam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pelan-pelan, lewat bertahun-tahun menulis dan dikomentari orang, saya belajar: taman bermain itu juga taman orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="iseng-bukan-ukuran-niat-baik" class="bro-md-h2"&gt;Iseng bukan ukuran niat baik&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#iseng-bukan-ukuran-niat-baik" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Niat baik tetap butuh cara yang baik. Menegur bisa dilakukan tanpa mempermalukan orang di depan umum. Koreksi yang paling sering didengar adalah koreksi yang dibungkus adab. Kalau isengnya mengalahkan niatnya, hasilnya bukan perbaikan — cuma keributan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="komentar-orang-mengubah-kita" class="bro-md-h2"&gt;Komentar orang mengubah kita&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#komentar-orang-mengubah-kita" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di kolom komentar tulisan-tulisan lama itu ada yang menegur dengan galak, ada yang menasihati dengan baik, ada juga yang sekadar lewat. Yang paling membekas ternyata bukan yang paling keras — melainkan yang menasihati dengan sopan dan tetap menawarkan jalan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari situlah saya paham bahwa tolong-menolong dalam kebaikan lebih bertahan daripada sensasi sesaat. Orang lebih mudah diajak berubah kalau tidak dibuat malu.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="penutup" class="bro-md-h2"&gt;Penutup&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#penutup" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Iseng itu fase. Dewasa itu keputusan. Sekarang, sebelum menulis apa pun, pertanyaan saya sederhana: apakah ini berguna, dan apakah caranya pantas? Kalau salah satu jawabannya tidak, ya simpan dulu — internet tidak kekurangan tulisan buru-buru.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Teknologi yang bikin hidup lebih gampang</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/teknologi-yang-bikin-gampang/</link><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://bro.batam.app/catatan/opini/teknologi-yang-bikin-gampang/</guid><description>&lt;p&gt;Kalau ngobrol dengan saya, pembicaraannya bisa ke mana-mana. Mulai dari AI, nyasar ke bisnis, lanjut ke teknologi, lalu tiba-tiba bahas ide atau komunitas. Bukan karena tidak fokus — tapi karena di lapangan, semuanya memang nyambung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belakangan saya sering merangkum cara pandang saya soal teknologi. Ini catatannya, sekalian biar tidak hilang di kepala.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-teknologi" class="bro-md-h2"&gt;Kenapa teknologi?&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#kenapa-teknologi" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Karena teknologi selalu berubah. Kalau kita tidak ikut belajar, besok bisa saja ada sesuatu yang kelihatannya sederhana, tapi kita bingung mulai dari mana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;AI juga begitu. Menurut saya, kita tidak harus jadi orang paling jago soal AI. Yang penting tahu cara memakainya: buat bantu pekerjaan, belajar lebih cepat, cari ide, atau sekadar menghemat waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Teknologi yang bagus bukan yang paling ramai dibicarakan. Yang menarik justru ketika teknologi bisa bikin hidup atau pekerjaan sedikit lebih mudah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="mulai-dari-masalah-bukan-dari-alat" class="bro-md-h2"&gt;Mulai dari masalah, bukan dari alat&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#mulai-dari-masalah-bukan-dari-alat" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saya cukup sering lihat satu pola: masalah bisnis itu kadang bukan karena kurang aplikasi. Kadang justru karena cara kerjanya belum sederhana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi sebelum bertanya &amp;ldquo;pakai teknologi apa?&amp;rdquo;, saya lebih suka mulai dari pertanyaan yang lebih dasar: &lt;strong&gt;sebenarnya kita sedang ingin menyelesaikan masalah apa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah itu baru cari cara yang paling masuk akal. Kalau bisa dibantu teknologi, bagus. Kalau tidak perlu, ya tidak apa-apa. Jangan sampai beli sapu baru hanya karena ingin menyapu sesuatu yang sebenarnya tidak ada.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="ai-boleh-asal-tidak-dibuat-ribet" class="bro-md-h2"&gt;AI boleh, asal tidak dibuat ribet&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#ai-boleh-asal-tidak-dibuat-ribet" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saya suka menjelaskan AI dengan bahasa sehari-hari. Bukan karena topiknya sederhana, tapi karena teknologi memang seharusnya bisa dibicarakan tanpa bikin orang mengernyitkan dahi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam obrolan sehari-hari, AI bisa dipakai buat banyak hal: mencari dan merangkum informasi, membantu nulis, cari ide, belajar sesuatu, meringkas pekerjaan rutin, sampai jadi teman berdiskusi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi satu hal yang sering terlupakan: &lt;strong&gt;AI bukan mesin kebenaran.&lt;/strong&gt; Kadang jawabannya mantap sekali, padahal salah. Jadi tetap perlu dicek — apalagi kalau menyangkut nama, tanggal, dan angka.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="saya-tidak-selalu-punya-jawabannya" class="bro-md-h2"&gt;Saya tidak selalu punya jawabannya&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#saya-tidak-selalu-punya-jawabannya" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Ini bagian yang menurut saya paling penting. Teknologi berubah terlalu cepat untuk orang yang merasa tahu semuanya. Hari ini merasa paham, besok muncul versi baru, cara baru, atau masalah baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi posisi yang paling nyaman buat saya sederhana: terus belajar, mencoba, berdiskusi, dan berbagi. Kalau tahu, kita bahas. Kalau belum tahu, kita cari tahu. Kalau ternyata salah, ya diperbaiki.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertanyaan yang bagus sering kali lebih berharga daripada jawaban yang terlalu cepat. Kalau ada topik yang lagi Anda pikirkan — AI buat usaha, kerjaan yang terlalu repetitif, atau ide digital yang belum ketemu bentuknya — mari ngobrol lewat &lt;a class="bro-md-link" href="https://bro.batam.app/kontak/"&gt;Kontak&lt;/a&gt;
.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Halo, bro.batam.app</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/site-launch/</link><pubDate>Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://bro.batam.app/catatan/opini/site-launch/</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bro.batam.app&lt;/strong&gt; sekarang jadi rumah digital BRO Putra: tempat saya merapikan cerita, karya, dan catatan agar tidak tenggelam di chat.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="yang-sudah-bisa-dikunjungi" class="bro-md-h2"&gt;Yang sudah bisa dikunjungi&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#yang-sudah-bisa-dikunjungi" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://bro.batam.app/tentang/"&gt;Tentang&lt;/a&gt;
untuk perjalanan, pengalaman, dan afiliasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://bro.batam.app/karya/"&gt;Karya&lt;/a&gt;
untuk proyek serta studi kasus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://bro.batam.app/catatan/"&gt;Catatan&lt;/a&gt;
untuk pengetahuan, opini, dan riset&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="bro-md-link" href="https://bro.batam.app/kontak/"&gt;Kontak&lt;/a&gt;
kalau mau lanjut ngobrol dengan saya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 id="yang-saya-jaga-ke-depan" class="bro-md-h2"&gt;Yang saya jaga ke depan&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#yang-saya-jaga-ke-depan" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Asisten di beranda membantu menemukan halaman yang relevan, bukan menambah cerita sendiri. Saya akan melengkapi situs ini pelan-pelan dengan tulisan yang terverifikasi dan tetap enak dibaca ulang.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Berbagi di Pulau Bertam</title><link>https://bro.batam.app/catatan/opini/berbagi-di-pulau-bertam/</link><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://bro.batam.app/catatan/opini/berbagi-di-pulau-bertam/</guid><description>&lt;p&gt;Catatan ini tulisan ulang dari arsip blog saya yang pertama terbit &lt;strong&gt;Sabtu, 23 Februari 2013&lt;/strong&gt;. Yang saya bereskan hanya salah ketik, paragraf yang terduplikasi, dan sapaan tokoh. Urutan cerita dan datanya masih seperti saat dicatat di lapangan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pulau-kecil-di-belakang-padang" class="bro-md-h2"&gt;Pulau kecil di Belakang Padang&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#pulau-kecil-di-belakang-padang" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Bertam salah satu pulau kecil di Kepulauan Riau, masih bagian dari kota Batam, masuk kecamatan Belakang Padang. Penghuni pulau-pulau kecil di sana sering disebut warga suku laut — tempat tinggal mereka di atas laut, dan nafkah hariannya memang melaut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dibanding pulau-pulau sekitarnya seperti Gara, Linka, Kasu, dan Seraya, Bertam termasuk yang lebih maju. Tandanya: sebuah Sekolah Dasar sudah berjalan beberapa tahun. Anak-anak suku laut dari pulau lain yang ingin bersekolah harus mendayung sampan tiap pagi dan siang untuk belajar di Pulau Bertam.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="menuju-bertam" class="bro-md-h2"&gt;Menuju Bertam&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#menuju-bertam" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Mencapai Bertam sebenarnya tidak sulit — naik kapal kecil (pancung) sekitar 20 menit sudah sampai. Masalahnya tidak ada rute reguler ke sana. Jalur itu jarang dilewati, jadi kalau mau ke Bertam kita harus siap menyewa satu pancung sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut catatan kami per 23 Februari 2013, pulau ini dihuni &lt;strong&gt;42 kepala keluarga dengan total 130 jiwa&lt;/strong&gt;, termasuk 21 balita. Anak yang bersekolah di Bertam ada &lt;strong&gt;55 orang&lt;/strong&gt;: kelas I 17 anak, kelas II 11 anak, kelas III 9 anak, kelas IV 7 anak, kelas V 6 anak, dan kelas VI 5 anak. Mereka dibimbing &lt;strong&gt;3 orang guru&lt;/strong&gt; — dua dari Pulau Bertam, satu dari Pulau Kasu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bantuan untuk Bertam datang dari banyak pihak: pemerintah, lembaga, maupun perorangan. Bentuknya makanan, uang, sampai alat tulis.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="ibu-dar" class="bro-md-h2"&gt;Ibu Dar&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#ibu-dar" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Salah satu tokoh yang punya andil besar memajukan pendidikan dan kesejahteraan di Bertam adalah &lt;strong&gt;Ibu Dar&lt;/strong&gt; — begitu sapaan akrabnya. Setiap tahun beliau dan anggotanya tidak pernah lupa menyempatkan diri datang ke beberapa pulau untuk memberikan bantuan, dan dari semua pulau yang beliau datangi, Bertam-lah yang paling mendapat perhatian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di tangan beliau, warga suku laut yang dulunya makan, tidur, dan mencari nafkah di atas sampan kini punya tempat tinggal yang cukup layak. Rumahnya memang masih kayu dan bertumpu di atas laut, tapi lompatan itu sungguh berarti.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="iluska-dan-komunitas-liverpool-batam" class="bro-md-h2"&gt;ILUSKA dan Komunitas Liverpool Batam&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#iluska-dan-komunitas-liverpool-batam" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Kemuliaan hati itu ternyata menular. Ada wadah alumni SMK Kartini Batam bernama &lt;strong&gt;ILUSKA&lt;/strong&gt; (Ikatan Alumni SMK Kartini). Ini kedatangan kedua ILUSKA dengan tangan di atas, dan kali ini mereka tidak sendiri — ikut bersama komunitas anak-anak muda pencinta klub sepak bola Liverpool.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="ketika-pembagian-berlangsung" class="bro-md-h2"&gt;Ketika pembagian berlangsung&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#ketika-pembagian-berlangsung" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Waktu kami datang, warga terlihat senang sekali — dari mata mereka tergambar bahwa kedatangan kami memang dinanti. Anak-anak sedang disiapkan gurunya di depan sekolah. Sekilas tidak ada beda dengan anak-anak lain, tapi kalau menengok ke belakang: anak-anak ini dulu bersekolah tanpa seragam dan alas kaki, dan membantu ayahnya mencari ikan di laut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembagian paket sudah diatur sebelumnya: jumlah anak dan KK didata, nama masing-masing ditulis, lalu dipanggil satu per satu supaya tidak rebutan. Isi paketnya beras, mie, susu, kacang hijau, gula, tas, dan alat tulis — dibagi berdasarkan kategori balita, pelajar, dan rumah tangga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bantuan sembako dan alat tulis itu mungkin kecil bagi kita, tapi sangat berguna bagi mereka.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="anak-anak-pulau-gara" class="bro-md-h2"&gt;Anak-anak Pulau Gara&lt;a class="bro-heading-anchor" href="#anak-anak-pulau-gara" aria-label="Tautan ke bagian ini"&gt;#&lt;/a&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Waktu hendak pulang, sekolah sudah usai. Kami sempat heran melihat anak-anak bergerombol menuju sampan — bukankah mereka tinggal di pulau ini? Ternyata tidak. Anak-anak itu warga suku laut Pulau Gara, pulau tetangga Bertam. Setiap pagi dan siang mereka mendayung sampan sendiri untuk bersekolah, tanpa didampingi orang tua.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tekad belajar mereka luar biasa. Mereka buka sepatu dulu waktu naik sampan supaya tidak basah kena air laut, lalu memasangnya kembali waktu turun. Ada yang sampannya bocor sehingga harus terus menguras air. Ada yang kehilangan satu dayungnya dan tetap mendayung dengan satu dayung saja. Naik ke sampan pun tidak ada tangga — anak kecil itu harus hati-hati dan berpegangan kuat supaya tidak jatuh. Belum lagi sebagian dari mereka, sepulang sekolah, langsung membantu ayahnya mencari ikan di laut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi kita, anak-anak seumur itu seharusnya didampingi. Tapi begitulah keadaannya — dan justru di situlah kelebihan mereka: tidak menganggap kekurangan sebagai beban, menjalani apa yang sudah ditentukan untuk mereka karena itulah perjuangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemberian sembako itu hal kecil bagi kami, dan hal besar bagi mereka. Inilah indahnya saling berbagi untuk kebersamaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;— Atas nama Keluarga Besar ILUSKA (Ikatan Alumni SMK Kartini) dan Komunitas Liverpool Batam, Sabtu, 23 Februari 2013.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>